Minggu, 18 Juni 2023

Babinsa dan PKK dalam Sosialisasi Edukasi Mengenai Kusta Kepada Masyarakat

                 


Dari beberapa artikel yang pernah saya baca, menambah pengetahuan tentang apa itu penyakit kusta, bagaimana gejalanya dan cara mengobatinya.

Memang edukasi mengenai kusta perlu diperbanyak agar masyarakat bisa mengantisipasinya.

Kusta merupakan penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan yang dapat ditandai dengan lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, kemudian diikuti dengan timbulnya lesi di kulit. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri ini dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin.

Pada umumnya kusta dapat ditangani dan jarang menyebabkan kematian namun bisa menyebabkan disabilitas bagi penyintasnya bila terlambat di tangani. Akibatnya, penderita kusta berisiko mengalami diskriminasi yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya.

Apalagi dengan berkembangnya stigma di kalangan masyakarat yang menganggap bahwa kusta adalah penyakit kutukan.

Tak heran, edukasi mengenai penyakit kusta perlu diperbanyak agar masyarakat bisa mengantisipasinya.

NLR Indonesia melalui #RuangPublikKBR di Live YouTube Berita KBR pada Rabu, 14 Juni 2023 lalu, membahas topik Gaung Kusta Bersama Babinsa dan PKK.

                 



Bersama Narasumber:

- Kapt Inf Shokib Setiadi ( Pasiter Kodim 017/Tegal )

- Elly Novita, S.KM, MM ( Wakil ketua Pokja 4 , TP PKK Kab Tegal )

dan Rizal Wijaya sebagai Host.


Peran Babinsa dan PKK dalam Sosialisasi Edukasi Mengenai Kusta Kepada Masyarakat 

Dalam roadshow edukasi kusta di Slawi, Tegal, NLR Indonesia bekerjasama dengan berbagai komunitas, termasuk Babinsa dan PKK, dan event ini menjadi celah positif yang membuka wawasan baru bagi komunitas dan para peserta.

Kegiatan senam sebagai salah satu upaya untuk sehat. Dalam roadshow edukasi kusta,  peserta mendapatkan infonya yang benar dan lengkap tentang kusta sebagai bekal untuk menyampaikan kepada masyarakat.  Juga bagaimana menangani jika disekitar ada penderita inklusif kusta. 

Elly Novita, S.KM, MM ( Wakil ketua Pokja 4 , TP PKK Kab Tegal )


                  

Elly Novita, S.KM, MM ( Wakil ketua Pokja 4 , TP PKK Kab Tegal )

Lebih lanjut ibu Elly mengatakan bahwa materi yang diberikan dalam roadshow tersebut membuka wawasan yang lebih banyak lagi tentang pengertian kusta, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara pengobatannya.  


Pengobatan Kusta

Metode utama untuk mengobati kusta adalah dengan obat antibiotik. Penderita kusta akan diberi kombinasi beberapa jenis antibiotik selama 1–2 tahun.  Jenis, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik akan ditentukan berdasarkan jenis kusta yang diderita.

Peran pentingnya adalah deteksi awal dengan mengetahui ciri-ciri orang yang menderita penyakit kusta, lalu bagaimana menyampaikan kepada masyarakat. Sehingga orang dengan penyakit kusta tidak merasa didiskriminasi.  Karena penyakit kusta tidak menular secara langsung, dan kontaknya lama

Dengan kata lain bahwa penyakit kusta adalah penyakit menular tapi tidak mudah menularnya. 

Orang yang menderita penyakit kusta tidak perlu khawatir karena ada jaminan nasional layanan gratis dari Pemerintah.

Menurut ibu Elly, para peserta tertarik pada saat acara tanya jawab, menunjukkan peserta betul-betul ingin tahu tentang penyakit kusta dan ini sebagai bekal PKK untuk menyampaikan kepada masyarakat dengan benar.  

      

Kapt Inf Shokib Setiadi ( Pasiter Kodim 017/Tegal )

Selanjutnya bapak Kapt Inf Shokib Setiadi ( Pasiter Kodim 017/Tegal ) dalam TalkShow mengatakan bahwa didalam pelaksanaan kegiatan kemarin benar-benar mengedukasi semua, penyakit kusta dulu dibilang kutukan, dengan adanya roadshow edukasi kusta, Babinsa bisa memberikan pendampingan kepada petugas-petugas di wilayah yang berada ditengah-tengah masyarakat penderita penyakit kusta.  Menjadi pengetahuan buat Babinsa dalam melakukan pendampingan yang sebelumnya sudah melakukan sosialisasi, namun dengan roadshow, para peserta datang belajar sudah gembira,  bersemangat,  juga bersama-sama melaksanakan tanda tangan untuk komitmen menangani penyakit kusta.   


Langkah Komitmen Babinsa dan PKK dalam Sosialisasi Edukasi Mengenai Kusta Kepada Masyarakat 


Dari Babinsa, mengirimkan perwakilan, diberikan edukasi pembelajaran terkait penanganan kusta, dikumpulkan, diberikan tutor yang lebih efektif dan efisien kepada Babinsa yang ada di wilayah untuk menjalin kerjasama menangani kusta, dan segera dilaksanakan sosialisasi diwilayah masing-masing daerah.

Babinsa siap memberikan edukasi berkelanjutan agar angka kasus kusta semakin berkurang.

Dari PKK  yang mempunyai jaringan sampai ke Dawis, pada pokonya PKK selalu siap, namun selama ini  PKK selalu digandeng dalam melakukan kegiatan dan akan selalu siap.  Apabila susah berjalan,  PKK akan menyusun rencana program kerja di tingkat kabupaten, yang kemudian akan di adopsi ke  tingkat kecamatan.  Kemudian melakukan program prioritas yang akan diagendakan. 


Kendala Yang Di Hadapi

Bapak Shokib mengatakan banyak anggapan keliru tentang penyakit kusta,  sehingga Babinsa  berusaha menghilangkan stigma penyakit kusta itu  menular, dan juga berita hoax yang harus ditepis.  Harus ada pendekatan khusus dalam edukasi ke masyarakat ini. 

Namun kendalanya dalam penyampaian sosialisasi belum terstruktur dengan baik, dan belum ada evaluasi sejauh mana masyarakat bisa menerima informasi yang diberikan.

Berharap semoga dengan adanya Babinsa dan PKK dalam sosialisasi edukasi mengenai kusta kepada masyarakat 

bisa mengurangi stigma negatif yang beredar di masyarakat tentang kusta dan diskriminasi terhadap penderita kusta.

Masyarakat bisa lebih peduli kepada penyintas, dan tidak takut berdekatan, bisa hidup berdampingan dan tidak menjauhi penyintas (karena takut tertular).

               

freepik.com

Memberikan edukasi mengenai penyakit kusta kepada masyarakat, merupakan langkah penting agar para penderita mau memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan.  

Masyarakat bisa menghindari kusta salah satunya menjaga kebersihan.  Dengan memperhatikan kebersihan sehari-hari, membersihkan bak mandi setiap dua hari sekali, mencuci pakaian setiap habis dipakai dalam satu hari, pastikan rumah dan lingkungan sekitar kita bersih jauh dari risiko kuman bersarang.