Sebuah keluarga yang bahagia idealnya terbentuk dari sehatnya fisik anggota keluarga dan sehat finansialnya. Namun tidak semua keluarga bisa merasakannya. Termasuk juga aku. Sebagai ibu rumah tangga dengan dua ( 2) orang putra dan satu (1).orang putri tentunya saya pun berkeinginan agar setiap bulan masih ada sisa dari gaji yang diberikan suami untuk bisa ditabung atau investasi. Tetapi yang terjadi sebaliknya. Aku sering kali kesulitan mengelola keuangan rumah tangga. Seolah tanggal dalam kalender inginnya tanggal muda terus. Sudah di kalkulasi sana-sini tetap saja selalu bingung diakhir bulan.
Banyaknya hal-hal tidak terduga dalam kebutuhan rumah tangga seperti undangan pernikahan dan sunatan misalnya. Belum mendadak anak atau anggota keluarga yang lain yang tiba-tiba sakit dan membutuhkan biaya. Inilah yang kadang melenceng dari rencana kebutuhan yang sudah diperhitungkan sebelumnya.
Bagimana mau merencanakan liburan, bila untuk hal-hal penting dalam keluarga dan wajib saja kita sudah keteteran mengelolanya. Padahal idealnya setiap bulannya, moms harus bisa membagikan keuangan pada setiap pos pengeluaran yang tepat dari penghasilan setiap bulannya.
Ternyata pengetahuan tentang finansial keluarga tidak semudah dalam prakteknya. Disinilah peran seorang Mom sangatlah diperlukan.
Jadi, ibu rumah itu tangga tetap harus produktif yah moms.
Bagaimana cara untuk mengatasinya? Untuk menjawabnya dan membantu para moms, Female Digest mengadakan Google Meet bertajuk " Literasi Tinggi, Risiko Rendah- Kartini Modern Melek Finansial uang diselenggarakan pada Selasa, 22 April 2026, dan acara ini didukung oleh Tropicana Slim, Nutrifood, Wardah Beauty dan Paragon Corp.
Dengan narasumber yang expert di bidangnya :
1. Dedek Gunawan (Financial Planner & Founder Perempuan Bantu Perempuan)
2. Diana Anggraini (Dosen LSPR dan di moderasi oleh mba Ruth Ninajanty (Female Digest).
![]() |
| Pict by Instagram @femaledigest |
Event ini juga dihadiri oleh founder Female Digest dan Komunitas ISB, Teh Ani Berta dan teman-teman blogger juga peserta lainnya yang sama-sama peduli terhadap literasi keuangan terutama dalam hal mengelola finansial.
Kartini Modern, Melek Finansial Untuk Sehatnya Finansial Keluarga
Sesi pertama oleh mba Dedek Gunawan (Financial Planner & Founder Perempuan Bantu Perempuan)![]() |
| Pict by mba Dedek |
Kenapa harus melek keuangan?
✓ Biaya hidup perempuan lebih tinggi daripada lelaki
✓ Biaya hidup makin meningkat, kenaikan gaji kalah dengan inflasi
✓ karir on and off
✓ gaji terhenti sebelum pensiun, sulit cari kerja lagi
✓ berhenti kerja tidak ada penghasilan
✓ Mayoritas perempuan yang mengelola keuangan keluarga
✓ tingkat harapan hdup perempuan lebih tinggi daripada lelaki
Kita para Moms, Kartini Modern harus pintar dan tahu dalam mengatur keuangan, yaitu dengan membagi segala pengeluaran untuk kebutuhan keluarga. Dan dari semua pengeluaran, moms harus pikirkan juga aset untuk masa depan. Mulai dari memikirkan dan berencana untuk pendidikan anak-anak, dan untuk menjaga kesehatan keluarga. Para Moms juga pastinya pengen tampil cantik, Ini memerlukan dana juga yang mesti disisihkan untuk membeli lipstik, bedak dan atau skincare sesuai kebutuhan, dan tanpa disadari, biaya hidup perempuan lebih tinggi daripada lelaki
Iya, secara umum *biaya hidup perempuan memang cenderung lebih tinggi dari laki-laki*. Fenomena ini sering disebut "pink tax" atau "biaya menjadi perempuan".
Ini bukan karena perempuan lebih boros, tapi karena 3 faktor utama:
*1. Produk khusus perempuan lebih mahal*
- *Produk perawatan & kebersihan*: Pembalut, skincare, makeup, potong rambut salon. Studi global nemuin produk versi perempuan bisa 7-13% lebih mahal dibanding versi laki-laki dengan fungsi sama.
- *Pakaian*: Baju, sepatu, dry clean perempuan rata-rata lebih mahal meski bahan/ukuran mirip.
*2. Biaya biologis yang tidak bisa dihindari*
- *Menstruasi*: Pembalut ±Rp50rb-150rb/bulan. Dalam setahun bisa Rp600rb-1,8jt. Kalau 40 tahun = Rp24jt-72jt seumur hidup.
- *Kontrasepsi*: Pil KB, IUD, dll mayoritas ditanggung perempuan.
- *Kehamilan & melahirkan*: Biaya USG, vitamin, kontrol, persalinan. Di Indonesia BPJS bantu, tapi tetap ada biaya tak terduga.
- *Kesehatan reproduksi*: Pap smear, cek payudara, dll.
*3. Biaya sosial & keamanan*
- *Keamanan*: Banyak perempuan pilih transportasi online/taksi dibanding motor/angkot malam hari demi aman. Ongkos jadi 2-3x lipat.
- *Standar penampilan di kerja*: Di banyak kantor, ada ekspektasi tidak tertulis untuk makeup, rambut rapi, outfit bervariasi. Laki-laki bisa pakai kemeja sama 5 hari.
- *Childcare penalty*: Saat punya anak, karier perempuan lebih sering terhambat. Cuti melahirkan, waktu jaga anak sakit = potensi gaji/kenaikan jabatan hilang.
*Estimasi selisih di Indonesia*
Belum ada data resmi BPS khusus "pink tax". Tapi riset luar negeri kayak California 2021 nyebut perempuan keluar $1,351/tahun ≈Rp21jt lebih banyak untuk barang/jasa serupa. Di Indonesia angkanya pasti beda, tapi komponennya sama: pembalut + skincare + potong rambut + obat KB aja udah bisa Rp500rb-1jt/bulan lebih tinggi.
Intinya: banyak biaya perempuan itu "pajak biologis" yang ga bisa dipilih. Kalau kamu lagi ngatur budget, masukin pos "kewanitaan/kesehatan" biar ga kaget tiap bulan. Kebayang kan bagaimana menyiasatinya untuk seimbang dengan kebutuhan keluarga / rumah tangga kalau tidak melek finansial. Duh bisa nangis sendirian di pojokan deh kalau ini sih!
Berhenti kerja tidak ada penghasilan ??
Ngalamin banget hal ini, ada jeda karir bahkan berhenti kerja karena urusan domestik dan mengurus anak. Makanya emang penting banget deh Literasi Finansial ini agar moms dirumah pun bisa tetap produktif, punya dana taktis, untuk bisa berdaulat secara finansial meskipun dalam fase tidak berpenghasilan aktif.
Saya sendiri mengalami keuangan keluarga yang amburadul. Padahal kalau dihitung, seharusnya lebih dari cukup dan masih ada sisa lebih untuk kami bisa Quality Time bersama keluarga. Pun bisa menyenangkan diri kita sendiri. Tentu dong, seorang moms harus tampil cantik juga.
Belum kalau salah satu anggota keluarga kita ada yang sakit, yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Siapa sih yang ingin sakit? Tentu semua orang menjawab tidak. Tapi kita kan tidak pernah tahu. Duh bisa dibayangkan betapa pontang-pantingnya dalam mencari biaya.
Sehat itu penting dan mahal. Namun seorang moms lah berperan menjadikan keluarga sehat dan tercipta kebahagiaan dalam keluarga.
Untuk itulah sangat diperlukan yang namanya Dana Darurat yaitu bisa berupa tabungan atau uang yang menganggur yag tidak diutak atik, dan alokasinya terpisah dari uang sehari hari yang digunakan untuk kebutuhan darurat dan juga Asuransi.
Dengan melek finansial seorang moms bisa melakukan apa saja yang bisa menambah penghasilan keluarga. Kita yang jadi *driver* untuk hidup kita.
Dilanjutkan sesi kedua oleh Diana Anggraini (Dosen LSPR dan di moderasi oleh mba Ruth Ninajanty (Female Digest)
![]() |
| Pict by mba Diana |
" Kalian pernah gak sih ngerasain uang cepat habis tanpa tahu kemana perginya, perasaan sih tidak beli barang mahal. Tapi ternyata bukan itu karena kenyataan nya yang terjadi bukan soal jumlah tapi kebiasaan kecil yang tidak kita sadari, ujar mba Diana"
Sistem Yang dirancang Menarik Perhatian
Tanpa sadar saat kita menggunakan aplikasi belanja atau yang lain, kita tidak sekedar menggunakan aplikasi tapi kita sedang diarahkan. Moms mana sih yang gakndoyan belanja, Iyah gak?
Padahal awal asumsi sebagai pengguna :
• cuma pengen lihat-lihat
• saya pegang kendali penuh
• aplikasi nya gratis dan menguntungkan
Realita Algoritma:
• carat! Dia berhenti 5 detik di produk ini
• kirim notifikasi diskon sekarang untuk memicu pembelian impulsif
• perhatian dan data merekalah produk utama yang kami jual
Efek bola salju jika tidak disadari, uang kita akan habis tanpa kontrol yang jelas. Pun rentan menjadi korban penipuan digital. Dan ini aku udah hampir kejebak penipu. Duh ngetu banget deh! Lanjut terjebak pusaran belanja yang impulsif yang bisa menjadikan stress akut karena keuangan keluarga jadi tidak stabil. Jadi bukan karena kita tidak mampu, tapi karena tidak terkontrol.
Lebih lanjut menurut mba Diana , kita tidak harus menjadi ahli keuangan, tidak perlu proses yang ribet dan memusingkan. Perubahan kecil dari diri kita akan berdampak pelindung yang besar. Bersyukur sih kita yang memegang kunci kendalinya
3 Tombol Kendali Literasi Digital
1. Tahan 24 sebelum membeli
2. Sistem pisah rekening
3. Kunci tautan mencurigakan
3 Tombol Kendali Literasi Digital cocok banget buat survive di ekonomi digital yang serba cepat + penuh godaan klik-beli 😅 . Keren banget deh timbil digital ini!
Anggap aja ini rem darurat biar dompet & data kamu aman:
1. Tahan 24 jam sebelum membeli
Tujuannya ngelawan impulse buying yang dipicu algoritma. Jangan langsung checkout, simpan saja dulu di keranjang belanja.
- Cara kerja: Masuk keranjang → tutup app → tunggu 24 jam. Kalau besok masih kepikiran & butuh, baru checkout.
- Kenapa ampuh: Diskon “cuma hari ini” + notifikasi flash sale itu mainin FOMO. Otak butuh waktu buat mikir logis vs emosional.
- Bonus: 24 jam itu cukup buat bandingin harga di tempat lain. Seringnya besok udah nggak pengen lagi. Tapi kalau masih butuh yang bisa dibeli.
2. Sistem pisah rekening
Jangan campur rekening kebutuhan harian, rekening darurat, sama tabungan di 1 rekening. Rawan bocor, jadi buat uang tidak tumpah ke tempat yang salah
3. Kunci tautan mencurigakan
Di era digital, penipuan = via link. Klik 1x, rekening bisa kosong.
- Aturan utama: Jangan klik link dari SMS/WA dari nomor yang tidak dikenal. Waspada hadiah atau promo yang terasa tidak masuk akal. Bank & ekspedisi nggak akan chat via WA. Jadi banget selalu verifikasi dan cek sumber aslinya. Lebih baik curiga di awal ya kan daripada menyesal di akhir.
3 tombol ini ngelatih jeda.. Ekonomi digital pinter banget bikin kita gerak cepat tanpa mikir. Yang pegang tombol kendali = yang menang.
Kalian pernah jebol di tombol yang mana?
Evolusi Peran Perempuan Hari ini
Moms bukan lagi sekadar pengelola rumah tangga, melainkan lenjaga keuangan dan masa depan.
Perempuan yang melek literasi digital adalah perempuan yang berdiri sebagai perisai, melindungi keluarganya dari risiko yang tidak terlihat. Jadilah perempuan yang lebih bijak, sadar dan berdaya di dunia digital
Perempuan sebagai seorang moms, ibu rumah tangga harus sehat finansialnya. Dan peran ini sangatlah penting untuk mencapai keluarga bahagia dan sejahtera. Kartini Modern, Melek Finansial Untuk Sehatnya Finansial Keluarga
Jadilah perempuan yang lebih bijak, sadar dan berdaya di dunia digital











