Rabu, 19 April 2023

Saat Si Kecil Telat Imunisasi, Apakah Masih Lanjut atau Mengulang dari Awal?

                 


Bagaimana rasanya mempunyai baby lagi?

Selama 11 tahun kami menunggu kehamilan ketiga ini, karena memang ingin memiliki anak perempuan setelah kedua anak kami laki-laki.  Tapi semuanya kembali pada Sang Pencipta Yang Maha Memberi Kehidupan. Laki-laki dan perempuan , keduanya adalah anugrah-Nya.  

Amazing buat kami. Tidak menyangka masih diberikan kepercayaan untuk bisa merasakan kehamilan dan untuk menimang bayi lagi.  Karena waktu pertengahan tahun, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 2020, kami baru saja kehilangan kakak kandung tercinta dikarenakan sakit. Kehamilan ini seperti pengganti duka dan Tuhan berikan kebahagiaan. 

Sebelumnya memang kami sudah mulai belajar menjalankan pola hidup lebih sehat dengan rutin berolahraga, makan makanan sehat, dan kami juga memasak sendiri makanan sehat ini sebagai persiapan kehamilan ketiga ini. 

Waktu demi waktu berlalu, kami tetap sabar menunggu. Menjalani hari dengan menghindari stres sampai akhirnya saya dinyatakan hamil.  Namun kehamilan ini baru kami ketahui sekitar tanggal 5 di bulan Juni 2020 dan dokter menyatakan saya sudah hamil 6 minggu.  Karena dengan riwayat haid yang tidak lancar dan suasana berduka saat kehilangan kakak tercinta, saya jadi kurang fokus saat 2 bulan tidak mendapatkan haid, walaupun hidup sehat tetap kami jalankan. 

Saat pemeriksaan USG di RS, kamipun mengikuti protokol kesehatan yang ketat karena memang sedang masa pandemik Corona.

Selama hamil walaupun masih lemah dan lesu , tidak jauh berbeda seperti kehamilan pertama dan kedua,  saya mencoba tetap berolahraga, membaca buku serta pikiran positif agar mental tidak terganggu di masa pandemik.

Saya seorang ibu rumah tangga juga mempunyai hobi menulis di platform pribadi ataupun yang lainnya,  jadi saya tetap menulis dan menjalankan kegiatan seperti biasa.  Karena 11 tahun silam waktu terakhir hamil kedua memiliki kandungan yang kuat walaupun tetap ada mual serta lemas, jadi sampai kehamilan 35 minggu,  saya masih rutin menulis dan bersyukur diberikan kesehatan untuk menjalankan kegiatan seperti biasa.

Setiap momen kehamilan adalah hal yang  istimewa bagi saya dan memiliki makna yang berbeda di kehamilan pertama juga kedua. Saya pun merasakan momen yang indah di kehamilan ketiga.   

Dengan melalui proses Cesar yang mendebarkan, lahirlah 

" Almira Ghayda Afsheen Sukresno " anugerah yang tak ternilai.  

Tanggal 1 Maret 2021 lalu, Almira lahir prematur, saat kehamilanku 35 Minggu, dengan aku yang mengalami riwayat darah tinggi hingga kebocoran plasenta di kehamilan 32 Minggu, dan Almira bertahan di usia kehamilan 35 Minggu.

Selama masa kehamilan sampai melahirkan, tentunya suami menjadi suami siaga yang selalu siap mengantarkan dan menjaga, merawat juga menemani moment ini 

Rasanya potek hati saat Almira lahir dengan berat 1,9 kg dengan kondisi nafas sesak, pembekuan darah juga infeksi di lambungnya.

Almira harus dirawat selama 13 hari di NICCU, selama itulah support dari suami besar banget.  Aku yang mengalami stress selalu diingat suami untuk menerima keadaan apapun bahwa semua sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa.  Namun bukan berarti berpasrah diri.   Harus semangat berjuang demi si buah hati Almira dan bersyukur aku bisa membawa pulang dan merawatnya dirumah.

Karena mesti dirawat di NICCU selama 13 hari itulah yang membuat Almira telat untuk imunisasi.  Tapi aku tidak patah semangat.  Walaupun aku harus memulai awal imunisasi Almira dari usia 1 bulan, bukan dari lahir seperti yang seharusnya diberikan.

Jadwal Imunisasi Bayi Dasar Lengkap  ( Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018, April 28). Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Rinciannya ) :

- Hepatitis B (HB-0) yang bagus untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati yang diberikan pada anak baru lahir (usianya kurang dari 24 jam)

- Usia 1 bulan diberikan imunisasi BCG untuk mencegah penyakit tuberculosis

- Sementara imunisasi Polio 1 diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk menghindari anak mengalami lumpuh layu. Di usia 4 bulan bayi juga perlu diberikan imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya

- Usia 2 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2

- Usia 3 bulan diberikan DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3

- usia 4 bulan diberikan DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik

- Usia 9 bulan diberikan imunisasi campak perlu juga diberikan untuk menghindari penyakit campak yang berisiko memicu anak mengalami diare, penyakit yang menyerang otak, dan radang paru berat (pneumonia).

Sementara untuk imunisasi lanjutan, bayi yang usianya masih berada di bawah dua tahun (18 bulan) perlu diberikan:

Imunisasi DPT-HB-Hib untuk menghindari 6 penyakit, yakni Difteri, Hepatitis B, Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib, Pertusis, Pneumonia (radang paru), dan Tetanus

Imunisasi sangat dianjurkan untuk diberikan pada anak, tapi untuk sebagian anak ada yang merasakan efek samping dari pemberian imunisasi. Tapi, tenang saja, efek samping ini tidak membahayakan si Kecil.  Seperti pengalaman yang dialami oleh si Kecil Almira sehabis imunisasi, yaitu : 

- Demam ringan. Efek samping ini yang sering dan wajar terjadi. Biasanya akan hilang dalam beberapa hari

- Nyeri atau kemerahan di sekitar tempat suntikan

- Terdapat reaksi alergi pada salah satu imunisasi yang telah dilakukan.  Jika si kecil mengalami efek samping ini, aku akan segera beritahu dokter anakku.


Saat Si Kecil Telat Imunisasi, Apakah Masih Lanjut atau Mengulang dari Awal?

World Imunization Week / Pekan Imunisasi Dunia diperingati setiap minggu terakhir di bln April.  Dengan memberikan imunisasi pada anak, berarti orangtua sudah memenuhi hak anak. Penyakit-penyakit yang terjadi dari infeksi umumnya mempunyai dampak berat dan berbahaya yang bisa ditimbulkan, misalnya kecatatan atau bahkan kematian. Dampak berbahaya ini bisa dicegah bisa anak diberikan imunisasi

Bayi yang baru lahir perlu mendapatkan imunisasi. Hal Ini karena imunisasi bermanfaat untuk mencegah bayi atau anak terkena penyakit di kemudian hari.  Untuk itulah aku tidak ragu lagi memberikan imunisasi untuk Si kecil Almira.  Dan imunisasi dilakukan saat Almira usia 1 bulan.  Walaupun telat, aku tetap melanjutkan jadwal imunisasi rutin untuk Almira.  

Begitupun saat jadwalnya Almira imunisasi ternyata sedang batuk atau pilek, aku menunggunya sembuh terlebih dahulu, kemudian lanjut dengan imunisasinya.

Jadi Saat Si Kecil Telat Imunisasi, Apakah Masih Lanjut atau Mengulang dari Awal? Aku tetap melanjutkan jadwalnya.  Sehingga Almira mendapatkan imunisasi lengkap yang sesuai untuk tumbuh kembangnya.

World Health Organization (WHO) mendefinisikan imunisasi sebagai proses di mana seseorang menjadi kebal atau resisten terhadap penyakit menular. Imunisasi atau pemberian vaksin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.  Imunisasi menjadi penting bagi semua orang terutama untuk anak. Oleh karena itu setiap orangtua wajib memberikan vaksin imunisasi, sebab hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 tahun 2013.

Kita sebagai orangtua perlu memiliki wawasan yang baik tentang imunisasi dan manfaatnya sehingga kita  lebih yakin untuk memberikannya pada bayi/anak.  Hingga saat ini sudah terbukti bahwa imunisasi banyak menyelamatkan jiwa manusia dengan turunnya angka kesakitan serta membasmi penyakit menular yang terjadi di dunia.   Alhamdulillah si kecil Almira semoga selalu sehat dan bertumbuh dengan bahagia.

Tujuan imunisasi adalah agar memdapatkan imunitas atau kekebalan anak secara individu dan eradikasi atau pembasmian sesuatu penyakit dari penduduk sesuatu daerah atau negeri.

Apa yang terjadi jika anak tidak di imunisasi?

- Anak Lebih Rentan Mengalami Sakit Berat

Selain itu, anak yang tidak diimunisasi juga lebih rentan terhadap masalah kesehatan lain; contohnya ketika anak terkena campak, sering mengalami komplikasi seperti diare, pneumonia, kebutaan, dan malnutrisi.

Di pertengahan tahun 2020, Badan Kesehatan Dunia WHO beserta UNICEF mengeluarkan pernyataan bahwa terjadi penurunan jumlah anak yang mengikuti Imunisasi, terlebih dari akibat pandemi COVID-19. Pemerintah Republik Indonesia pun, terus menerus memastikan agar anak-anak mendapatkan haknya untuk menerima imunisasi. 

Dari beberapa artikel yang pernah kubaca, berikut beberapa alasan yang perlu diketahui para orangtua tentang pentingnya imunisasi pada anak :

 1. Imunisasi Adalah Hak Anak

 Di Indonesia upaya imunisasi sudah dilakukan sejak tahun 1970. Alasan imunisasi diberikan pada anak salah satunya untuk memenuhi Konvensi Hak Anak yang diberlakukan PBB sejak 2 September 1990. Konvensi Hak Anak ini meliputi hak untuk keberlangsungan hidup, hak untuk berkembang, hak atas perlindungan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Jadi, pemerintah dan orangtua berkewajiban untuk mengupayakan kesehatan terbaik untuk tumbuh kembang anak. Dengan memberikan imunisasi pada anak, berarti orangtua sudah memenuhi hak anak.

 2. Dampak Penyakit Infeksi Lebih Berbahaya dari Dampak Imunisasi 

Penyakit-penyakit yang terjadi dari infeksi umumnya mempunyai dampak berat dan berbahaya yang bisa ditimbulkan, misalnya kecatatan atau bahkan kematian. Dampak berbahaya ini bisa dicegah bisa anak diberikan imunisasi. Dampak pemberian imunisasi biasanya hanya demam, tidak akan seberbahaya dibanding terkena penyakitnya.

 3. Imunisasi Diberikan Secara Teratur 

Kementerian Kesehatan maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDI) sudah menyusun jadwal pemberian imunisasi sedemikian rupa. Jadwal ini disesuaikan dengan kelompok usia yang paling banyak terkena penyakit tersebut. Contohnya, penyakit HIB (Haemophilus influenza Type B) yang menyebabkan pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) ini banyak terjadi pada kelompok usia kurang dari 1 tahun. Maka itu pemberian imunisasi HIB harus diberikan sejak bayi berusia 2 bulan dan tidak ditunda sampai bayi berumur lebih dari 1 tahun.

 4. Perlu Imunisasi Booster

 Berdasarkan penelitian, kadar kekebalan (antibodi) yang terbentuk pada bayi lebih baik daripada anak yang lebih besar. Karena itu sebagian besar imunisasi diberikan saat bayi berumur 6 bulan. Kemudian beberapa jenis vaksin perlu dilakukan pemberian ulang setelah anak berumur 1 tahun (booster) untuk mempertahankan kadar antibodi dalam jangka waktu lama.

 5. Besarnya Manfaat Imunisasi  

Kuman bersemayam di mana-mana dan kemungkinan anak terkena penyakit sangat besar terjadi. Jika anak sudah 80 persen diimunisasi maka dapat dicegah dari dampak penyakit infeksi yang berat hingga fatal. Selain itu juga bisa mencegah dari penyebaran meluasnya penyakit tertentu di lingkungan sekitar.

Sekarang sudah tahu kan, bahwa banyak penyakit yang dapat dicegah dengan memberikan imunisasi pada anak.  Namun, jika di daerah tempat tinggal kita cakupan imunisasinya rendah, maka penyebaran penyakit akan sangat cepat. Anak-anak yang tidak diimunisasi berisiko menjadi kasus dan juga sumber penularan bagi anak-anak lainnya.

Nah disini nih pentingnya kita sebagai orang tua untuk memperluas pengetahuan tentang imunisasi pada anak.  Orang tua juga bisa memperoleh banyak informasi seputar imunisasi dan kesehatan anak dengan berkonsultasi pada dokter khususnya dokter spesialis anak.  

Semoga anak-kita selalu sehat, bertumbuh dengan ceria dan bahagia.  Berikan imunisasi yang lengkap sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Saat Si Kecil Telat Imunisasi, Apakah Masih Lanjut atau Mengulang dari Awal?  Tetap dilanjutkan  Bu. 

Jangan ragu ataupun khawatir untuk memberikan imunisasi pada anak yah Bu, karena banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari imunisasi.  

Imunisasi bisa dilakukan dengan mudah,  bisa di faskes pemerintah, swasta, posyandu dan pos Imunisasi lainnya.


2 komentar:

hendro mengatakan...

Iya benar ternyata telat imunisasi masih hijau di lanjutkan, ya tapi tetep harus konsultasi ke bidan atau dokter supaya lebih tepat karena anak adalah anugrah atau titipan yang harus kita jaga dan rawat sebaik baiknya

Rayhaan Alfaro mengatakan...


Imunisasi emang penting banget yah, wajib agar anak tumbuh sehat, jangan sampai telat deh